Kalender Jawa Sultan Agungan, weton, wuku, dan petungan kitab Betaljemur Adammakna: dapat dihitung, diuji, dan diulang.
Pustaka JavaScript murni (Node.js 18+, tanpa dependensi) sekaligus sumber rujukan yang memisahkan tiga hal yang sering tercampur: apa yang dihitung (aritmetika), apa yang diuji terhadap acuan (kalender Keraton Ngayogyakarta), dan apa yang hanya tradisi (tafsir).
Semua tafsir adalah tradisi, bukan fakta ilmiah, ramalan, atau nasihat profesional (kesehatan, kehamilan, bangunan, pernikahan).
Kode K# menunjuk ke Matriks klaim dan bukti: apa klaimnya, buktinya, cara mengulang, dan batasnya.
- Weton, wuku, dan neptu hanyalah tiga rumus sisa bagi dari nomor hari (siklus 7, 5, 35, dan 210 hari). Tidak ada data astronomi di dalamnya, jadi pawukon bukan astrologi, melainkan kalender dan petungan. Rumus ditulis ulang terpisah dan cocok dengan mesin pada 288.134 hari berturut-turut (K1).
- Kalender Jawa Keraton dapat dihitung dengan satu rumus tertutup dan cocok dengan seluruh 2 × 1.440 awal bulan pada tabel Keraton, 15 tanggal almanak yang tercetak, dan tiga pengumuman acara Keraton tahun Dal 1959 (K2 sampai K5). Program lain berbeda pada tahun Dal dan batas kurup (K6).
- Kurup terukur benar-benar mengoreksi Bulan. Tahun Jawa (354,375 hari) sedikit lebih panjang dari dua belas bulan sinodis (354,367 hari). Pada 5.184 bulan, windu murni tertinggal +0,00792 hari per tahun terhadap bulan baru astronomi, dan dengan kurup hanya −0,00022 (K8). Namun kalender hitungan tidak menjamin awal bulan sesudah bulan baru (K9).
- Tafsir tidak diuji dan tidak diklaim valid (K12). Hitungan sahih tidak berarti maknanya sahih.
| Anda ingin... | Mulai dari |
|---|---|
| memahami dengan bahasa sehari-hari | docs/populer/ (enam halaman pendek) |
| memeriksa klaim satu per satu | Matriks klaim dan bukti |
| membaca dasar ilmiah | docs/ilmiah/: kalender dan verifikasi, pawukon dan astrologi, paparan ilmiah |
| mengimplementasikan di bahasa lain | Rumusan perhitungan, vektor uji, implementasi acuan |
| memakai pustaka | Referensi pustaka |
Peta lengkap dengan deskripsi tiap berkas: docs/README.md.
import { kalenderJawa, weton, tafsirLahir, tinjauHari, saatAgung } from './src/index.js';
weton('1975-04-26');
// { hari: 'Sabtu', dinapitu: 'Setu', pasaran: 'Kliwon', weton: 'Sabtu Kliwon',
// neptu: { hari: 9, pasaran: 8, total: 17 }, wuku: 'Kuningan', nomorWuku: 12 }
kalenderJawa('2025-06-27').teks;
// 'Jemuwah Kliwon Medangkungan 1 Sura 1959 AJ Dal Sancaya Kulawu Salasiyah (Asapon) [Siji Sura]'
tafsirLahir('1975-04-26').watak.wuku; // { nama: 'Kuningan', dewa: 'Indra', kala: 'Barat', ... }
tinjauHari('2026-10-10', { untuk: 'nikah' }).temuan; // temuan baik/buruk + rujukan bab dan halaman
saatAgung('2026-10-10').saat; // tujuh saat 06.00-18.00 dengan penilaianMasukan tanggal boleh 'YYYY-MM-DD', Date (komponen lokal), [tahun, bulan, hari], atau {tahun, bulan, hari}. Kalender yang dipakai adalah
kalender aritmetika Keraton Ngayogyakarta; tidak ada opsi varian. Semua fungsi: Referensi pustaka.
Catatan: mesin menghitung per tanggal sipil; hari Jawa sebenarnya berganti saat magrib (K10).
npm test # seluruh tes: kalender, tabel Keraton, almanak, spesifikasi, tafsir
npm run verify # tes + implementasi acuan Python; mencetak checksum seluruh rentang kalender
python3 -I audit/audit_pawukon.py /dev/null # perbandingan metode: pustaka ini, weton.m, rsjp, almanak
npm i --no-save astronomy-engine && node audit/selisih_bulan_baru.mjs # ukuran kalender terhadap bulan baru astronomiChecksum kalender yang harus muncul pada npm run verify: 9991c8da3e12c39a844465df77c77d933eb68482b53f4e92b20f290f5fe6121b (153.086 hari).
Berkas CITATION.cff dibaca GitHub (tombol "Cite this repository"). Secara singkat:
Iwewe. (2026). pawukon: rumusan komputasi kalender Jawa Sultan Agungan dan petungan Betaljemur Adammakna (versi 0.2.0) [perangkat lunak dan dokumentasi]. https://github.com/iwewe/pawukon
Sebutkan versi atau commit yang Anda pakai: dokumen berubah seiring temuan baru, dan CHANGELOG mencatat tiap perubahan yang memengaruhi hasil.
- Hasil sesudah 25 Agustus 2052 adalah ekstrapolasi (
spekulatif: true); tabel mesin berakhir 3 Juli 2285. - Kalender ini bukan kalender astronomi atau Hijriyah, dan tidak untuk menentukan hari ibadah (K9, K13).
- Tabel Keraton untuk kurup Amahgi dan Amiswon (1633 sampai 1819) tidak tersedia; di sana mesin mengikuti metode windu murni (K3, K5).
- Belum ada almanak cetak tahun Dal yang dicocokkan (K4).
- Kalimat tafsir ditulis ulang dari terjemahan modern kitab; ritual, doa, mantra, penolak, dan ramuan sengaja tidak dimasukkan.
pawukon is a dependency-free JavaScript library and a reproducible reference for the Javanese Sultan Agungan arithmetic calendar (as kept by the Keraton Ngayogyakarta), the 210-day pawukon cycle (weton, wuku, neptu), and the traditional readings of the Betaljemur Adammakna primbon. The calendar is specified as a language-neutral integer formulation with test vectors and SHA-256 checksums, checked day by day against an independent implementation, and compared with the Keraton month-start tables (2 × 1,440 months), printed almanac dates and Keraton event announcements. A measurement against astronomical new moons (5,184 months, 1633–2052) shows that the 120-year kurup correction removes the secular drift between the arithmetic year (354.375 days) and twelve synodic months (354.367 days). Interpretations (character, compatibility, auspicious days) are tradition: they are not tested and not claimed to be valid. Documentation is in Indonesian; the claims and evidence matrix lists every claim with its evidence, how to reproduce it, and its limits.
MIT (LICENSE), hak cipta Iwewe. Rujukan dan kredit di NOTICE.md. Kode ditulis ulang; tidak ada kode sumber pihak lain yang disalin.